Dalam situs web affiliate Anda, apakah pembeli produk Anda sudah banyak? Jika belum, kira-kira apa yang kurang dari situs web Anda? Mungkin menurut Anda desain situs web sudah bagus. Tidak ada yang berlebihan, loadingnya pun cepat. Nah, kira-kira apa ya yang jadi biang kerok, penghambat penjualan produk Anda?
Untuk mencoba menjawab permasalahan ini, coba Anda jawab pertanyaan ini dulu. “Apakah sales letter yang Anda buat sudah bisa membius pengunjung?”
Ingat ya, sales letter itu juga nyawa situs web ataupun blog affiliate Anda. Jika tidak ada pengunjung yang “ngeh” dengan sales letter Anda, ya, jangan harap ada pembeli.
Nah, untuk membuat sales letter yang membius, baca dulu yang di bawah ini.
1. Pikirkan pengunjung. Ya, kita jangan memikirkan diri sendiri saat membuat sales letter. Tapi, pikirkan bagaimana perasaan pengunjung saat membaca sales letter kita. So, jangan buat sales letter yang terlalu “narsis”. Sebaiknya kita jangan melulu ngomong tentang diri kita sendiri. Karena pengunjung bosan dengan ulasan yang berlebihan. Ya, kecuali kalau kita sudah cukup dikenal oleh pembaca. Justru ke”narsis”an bisa jadi motivasi pembaca. Misal kita bisa menulis tentang pencapaian dan kecakapan kita. Tapi, ya tetap saja, jangan berlebihan!
2. Pikirkan manfaat produk Anda. Bagaimanapun yang namanya orang membeli itu karena mereka butuh. Dan karena mereka ingin mengambil manfaat dari produk Anda. Jadi kadang-kadang pembeli tidak peduli dengan keunggulan produk Anda. Mereka berpikir, “Kalau saya tidak membutuhkan produk ini dan tidak ada manfaatnya buat saya, kenapa saya harus membelinya?”
3. Logika Vs Emosi. Poin ini kebalikan dari poin no 2 di atas. Kalau tadi kita membahas pengunjung membeli karena mereka butuh, sekarang kita bahas pengunjung membeli karena mereka tidak butuh. Maksudnya bagaimana?? Contohnya, ya, para pengunjung yang hobi shopping. Mereka sering kali membeli barang yang tidak mereka butuhkan tapi mereka inginkan. Nah, ini tugas Anda membuat pengunjung membeli yang mereka inginkan. Jadi, gunakan kata-kata yang bisa menimbulkan emosi untuk membeli. Jangan cuma kata-kata penuh emosi! Tahu kan bedanya?
4. Pengalaman pribadi. Banyak orang yang tertarik dengan pengalaman pribadi. Jika Anda memasang pengalaman pribadi dalam sales letter Anda, tentu ini efektif. Karena sales letter yang demikian mampu membujuk pengunjung. Anda bisa ceritakan pengalaman Anda setelah memakai produk yang anda jual.
5. Susun kata-kata Anda dalam bentuk list atau daftar. Jangan menulis poin-poin tentang produk Anda dalam bentuk paragraph. Agar, pengunjung bisa jelas membaca apa saja menfaat produk Anda. Dan, mereka bisa langsung membaca apa yang mereka cari. Oya, jangan lupa untuk membuat tulisan pendek dan to the point.
6. Tidak perlu mengejar kesempurnaan. Tujuan sales letter itu menjual produk. Jadi, jangan terjebak dengan membuat sales letter yang bahasanya sempurna. Ejaan dan tata bahasa yang benar saja sudah cukup. Jadi, Anda tetap menunjukkan profesionalisme. Dan, yang terpenting pengunjung mengerti maksud Anda.
7. Uji coba. Untuk mengetahui keberhasilan sales letter, Anda harus mengujinya. Yupp!! Hasil uji coba bisa Anda lihat dengan angka penjualan. Jika penjualan Anda sudah tinggi, bisa dikatakan sales letter Anda mampu membius pengunjung.
Satu hal yang tidak kalah penting, saat Anda membuat sales letter bayangkan Anda sedang berbicara dengan teman dekat Anda. Ingat, pengunjung yang membaca sales letter punya kebutuhan masing-masing. Jika Anda bisa berempati pada kepentingan mereka, penjualan anda akan meningkat!
Aku mau melist point-point penting apa saja yang menjadikan Linux sebagai ujung tombak untuk berbisnis. Karena banyak dari kita yang bingung, kalau software Linux itu opensource semuanya terbuka dan gak ada rahasia software, bagaimana kita mendapat untungnya?
1. Jasa pelatihan/training/workshop, Linux itu terkenal lebih sulit dipelajari dari pada Windows, tapi bukan pula tidak mungkin di pelajari. Yang udah merasa bisa dengan Linux bisa membuka jasa pelatihan, skala besar seperti Nurulfikri (LP3T), Indolinux, linuxindo, Bajau, Brainmatics. Atau skala kecil kecilan, ya kumpulin aja temen temen sekitar 20 orang kita ngoprek Linux di warnet misalnya. Bisa juga jasa private training, kan lumayan.
2. Jasa instalasi & maintenance, Linux itu mature, robust untuk server, misalnya proxy, mail, web, dll. Tapi tekniknya lumayan sulit dipelajari dan butuh waktu lama untuk bisa develop server-server ini. Banyak perusahaan besar dan kecil yang orang IT nya sudah tahu keunggulan linux tapi belum bisa membangun sendiri. Nah jasa intalasi & maintenance bisa masuk disini.
3. Jual CD & software Linux. Linux itu kebanyakan bisa di download dari internet, bisa pinjam CD dari teman, bisa beli majalah infolinux dapet CD nya. Tapi banyak yang gak punya koneksi internet yang kenceng. Kalau cuma dialup aja mana sanggup download iso yang 700mb, apalagi distro gede bisa 3-4 CD, sekarang udah pada bikin DVD lagi. Mending beli aja cd nya. Setahuku yang paling populer adalah www.gudanglinux.com yang laen banyak sih cuma gak terkenal.
4. Developer software, belum banyak developer Linux base di kita. Kebanyakan masih asyik dengan Windows-nya. Di luar negeri udah fifty fifty deh developer Linux VS Windows. Dan model bisnisnya juga menarik. Kebanyakan mereka membuat software opensource tapi kalau mau disupport teknisnya, mereka minta bayaran. Contohnya MySQL, menerapkan cara ini.
5. Developer Distro Linux, mirip dengan developer software cuma fokusnya ke distro Linux. Kebanyakan distro yang sukses di pasaran adalah yang membuat dua versi Linuxnya, Redhat sekarang membuat RHAS, RHEL yang komersial sedangkan untuk gratisan mereka membuat Fedora Core. Suse membuat Suse Enterprise Server dan gratisannya membuat OpenSuse. Begitu juga dengan Mandriva. Hmm, ada lagi yang dengan baik hati membagi-bagi gratis distronya seperti Ubuntu. Pasti dibelakangnya ada bisnis gede. Bisa aja jualan software, jualan hardware, aq gak tau dah.
5. Developer hardware, iya sekarang banyak developer hardware yang membuat mesinnya pake embedded Linux, misalnya mesin kontrol, multimedia, komunikasi, dll. Kalau pakai software komersial akan mengakibatkan harga produk akhirnya akan menjadi semakin mahal, belum lagi development-costnya yang tinggi.
6. Developer software komersial, developer komersial mendapat sekarang mulai membuat softwarenya menjadi versi Linux dan versi Windows. Karena mereka melihat pasar Linux akan berkembang dengan pesat.
Dan yang terakhir kebanyakan yang berbisnis dengan Linux mempunya dua kepentingan, yaitu kepentingan bisnis yang komersial dan non komersial. Yang komersial ya wajar aja semua orang perlu uang untuk hidup, begitu juga perusahaan. Dan segi non komersial mereka berusaha memberikan kontribusi ke publik sebanyak-banyaknya, bentuknya juga macam-macam. Misalnya membuat web portal, developer site (sourceforge.net, freshmeat.net), repository distro, membangun komunitas, membuat kegiatan linux group, milis, developer sw opensource.dll
Guru marketing Hermawan Kartajaya sudah beberapa lama bergaul dengan praktisi keuangan syariah. Ia mulai fasih mengatakan ajaran Islam sebagai rahmatan lil alamin. Beragama Katolik, Hermawan malah berniat ikut dalam mengembangkan nilai marketing Islami. Berikut petikan wawancara sesaat setelah peluncuran buku Sharia Marketing di Jakarta pekan lalu.
Sebetulnya apa beda marketing syariah dan konvensional?
Dalam dunia marketing itu ada istilah kelirumologi. Itu lho sembilan prinsip yang disalah artikan. Misalnya marketing diartikan untuk membujuk orang belanja sebanyak-banyaknya. Atau marketing yang yang pada akhirnya membuat kemasan sebaik-baiknya padahal produknya tidak bagus. Atau membujuk dengan segala cara agar orang mau bergabung dan belanja. Itu salah satu kelirumologi ( merujuk istilah yang dipopulerkan Jaya Suprana). Marketing syariah itu mengajarkan orang untuk jujur pada konsumen atau orang lain. Nilai syariah mencegah orang (marketer) terperosok pada kelirumologi itu tadi. Ada nilai-nilai yang harus dijunjung oleh seorang pemasar. Apalagi jika ia Muslim.
Apakah nilai marketing syariah bisa diterapkan umat lain?
Lha ya nilai Islam itu universal. Rahmatan lil alamin. Begitu kan istilahnya. Nabi Muhammad itu menyebarkan ajaran Islam pasti bukan hanya untuk umat Islam saja. Jadi tidak apa-apa jika nilai marketing syariah ini inisiatif orang Islam supaya bisa menginspirasikan orang lain. Makin banyak non-Muslim yang ikut menerapkan nilai ini, makin bagus. Saya ikut mengendorse marketing syariah. Soal jujur itu kan universal. Jadi marketing syariah harus diketahui orang lain dalam rangka rahmatan lil alamin itu.
Apa nilai inti marketing syariah?
Integrity atau tak boleh bohong. Transparansi. Orang kan tak boleh bohong. Jadi orang membeli karena butuh dan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan, bukan karena diskonnya. Itu jika konsep marketing dijalankan secara benar.
Bagaimana muasal perkembangan nilai spiritual dalam marketing?
Sejalan dengan perkembangan dunia. Setelah September attack, orang melihat IQ dan EQ saja tidak cukup. Harus ada SQ, spiritual quotient. Orang melihat.
Apakah nilai marketing syariah ini akan bertahan?
Ya pasti sustain. Karena prinsip dasarnya kejujuran. Ini yang dibutuhkan semua orang. Apalagi setelah kasus seperti Enron, Worldcom dan lainnya. Orang melihat
bisnis itu harus jujur.
Lalu di mana peran ilmu marketing dalam konsep syariah?
Syariah mengendorse marketing dan marketing mengendorse syariah. Ilmu marketing menyumbangkan profesionalitas dalam syariah. Karena jika orang
marketing tidak profesional, orang tetap tidak percaya. Lihat saja bagaimana investor Timur Tengah belum mau investasi di Indonesia, meski negara ini populasinya mayoritas Muslim. Karena mereka tidak yakin dengan profesionalitas kita. Jadi, jujur saja tidak cukup.
Bukankan nilai kejujuran dan transparansi itu diajarkan semua agama?
Ya. Memang semua agama mengajarkan nilai itu. Tapi jangan lupa bahwa islam itu rahmatan lil alamin. Jadi, ada titik singgung. Bukankah lebih baik mencari yang serupa dari pada memperkarakan yang berbeda. Jika begitu hidup kita damai. Menurut saya, tak mengapa kita sebut marketing syariah. Karena mayoritas populasi di Indonesia itu Muslim. Jadi nilai syariah yang kita kedepankan. Kita mulai di sini, di Indonesia. Ada bagusnya jika yang mengendorse itu orang Islam, bukan yang lain.
Setelah nilai spiritual konsep apa lagi yang akan mengemuka dalam dunia bisnis?
Millenium. Orang mencari keseimbangan. Maksudnya orang berbisnis itu harus menjaga kelangsungan alam, tidak merusak lingkungan. Berbisnis juga ditujukan untuk menolong manusia yang miskin dan bukan menghasilkan keuntungan untuk segelintir orang saja. Nilai-nilai ini ke depan akan mengemuka. Sekarang pertemuan para praktisi marketing mulai mengarah ke sana.
Setelah mengenal Islam, apa pendapat Anda tentang nilai yang diajarkan?
Islam agama yang universal dan komprehensif. Guidance-nya lengkap. Ada petunjuk untuk seorang pedagang, kepala negara, seorang anak, panglima perang
dan semuanya. Ada diatur secara lengkap. Di atas semua itu saya melihat Islam itu ajaran yang damai dan indah. Ajaran Islam bisa dipakai semua orang. Itu kesan saya dan mengapa saya mau mempelajari nilai Islam untuk dikembangkan dalam konsep marketing. Saya sekarang menjadi aktivis lingkungan dan nilai-nilai.
Dalam dunia bisnis online, memiliki daftar email adalah harta yang sangat berharga. Namun hal ini rupanya masih belum banyak dilakukan oleh para pebisnis online tanah air terutama mereka yang masih pemula.
Saya mengira-ngira, hal ini terjadi akibat doktrin yang salah yang melanda para pebisnis online pemula. Rata-rata mereka mendapatkan informasi melalui media-media cetak yang mengatakan betapa mudahnya mendapatkan uang dari internet. Media cetak pun hanya menginformasikan orang-orang yang sudah sukses di bisnis online tanpa memberitahukan bagaimana usaha mereka hingga berhasil seperti itu.
Di luar negeri, para pebisnis online melakukan penjaringan sebanyak mungkin alamat email sebelum mereka memulai bisnisnya. Biasanya mereka melakukan hal-hal seperti ini:
1. Membuat blog atau website dengan fasilitas pengiriman artikel gratis ke email pembaca.
2. Memberikan laporan atau ebook gratis bagi siapa saja yang mau memberikan nama dan emailnya.
3. Memberikan dollar bagi orang-orang yang mampu mencarikan nama dan email rekan-rekannya.
Bahkan dana untuk pengumpulan daftar email ini kadang bisa mencapai $15 per orang yang berhasil didata. Sungguh angka yang luar biasa bukan?
Maka sungguh merupakan hal yang aneh dan keliru besar apabila anda dengan serta merta melakukan penjualan produk di dunia maya tanpa melakukan penjaringan daftar email atau lebih dikenal dengan sebutan list building.
Maka, mulai sekarang cobalah memikirkan dan luangkan sebanyak mungkin waktu untuk membangun daftar email anda sendiri. Semakin banyak dan semakin spesifik orang-orang yang berhasil anda rekrut di daftar anda, maka hasilnya akan semakin mencengangkan.






