Filosofi Pemasaran Perusahaan Muslim

Diposkan oleh zaduna | Senin, Desember 15, 2008

As-Syatibi dalam teori maqashid As-Syar'i, sebenarnya telah menyatakan ruh marketing yang baik. Dalam konsep pemasaran yang merupakan sebuah proses kegiatan ekonomi pada dasarnya terdapat 3 aspek utama, meliputi:

1. Sebelum, yang berarti bagaimana sang marketer akan merancang pola pemasarannya (pola perancangan konsep pemasaran).

2. Saat, dimana marketer mengaplikasikan rencana pemasarannya.

3. Sesudah, dimana marketer harus melakukan pola evaluasi atas pola pemasaran yang telah ia lakukan.

Maqashid sebagai sebuah konsep yang telah dirumuskan Al-Ghazali diatas, dapat diambil dalam konsep aplikasi bisnis pemasaran pada ketiga fase proses pemasaran tersebut diatas. Dalam perancangan pola pemasaran, marketer harus memperhatikan konsep maslahah yang nantinya akan didapat oleh kedua belah pihak.

Lima hal yang masuk dalam maqashid syariah yakni, agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta adalah faktor² yang menjadi pedoman dasar tidak adanya intervensi di dalamnya. Pola perancangan ini, sebagai konsekuensi melahirkan sebuah maslahah di dalamnya.

Menawarkan atau memasarkan suatu produk kepada konsumen dengan hanya meyakinkan bahwa produk tersebut adalah tidak mengintervensi agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta konsumen sebenarnya sudah cukup. Akan tetapi, pada prakteknya dalam masalah pemuasan kebutuhan duniawi tidaklah cukup sampai disini. Dalam upaya memasarkan, tentunya seorang marketer akan mencoba melakukan terobosan² kepada para calon konsumennya untuk menguak sedalam-dalamnya keinginan konsumen sehingga konsumen benar² tertarik. Mengetahui tipologi keinginan lebih (maximizer) adalah dibenarkan. Al-Ghazali dalam kitab Ihya' Ulumudin mengungkapkan bahwa:
"Manusia senang mengumpulkan kekayaan dan kepemilikan yang bermacam ragam. Bila ia sudah memiliki dua lembah emas, maka ia juga akan menginginkan lembah emas yang ketiga" Kenapa? Karena "manusia memiliki aspirasi yang tinggi. Ia selalu berfikir bahwa kekayaan yang sekarang cukup mungkin tidak akan bertahan, atau mungkin akan hancur sehingga ia akan membutuhkan lebih banyak lagi. Ia berusaha untuk mengatasi ketakutan ini dengan mengumpulkan lebih banyak lagi. Tetapi ketakutan semacam ini tidak akan berakhir, bahkan bila ia memiliki semua harta di dunia".

Upaya mengerucutkan tipologi diatas, marketer memiliki asumsi rasional yang dimiliki guna melakukan drive market para konsumennya, sehingga konsumen mampu bersikap tidak berlebih-lebihan dalam melakukan konsumsi atas produk/barang (konsumeris). Membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan adalah dasar untuk kemudian memilah-milah skala prioritas dan pola pembelian yang tidak memiliki madharat yang besar.

source : arafahmagz oktober 08

Read More...

Install Flash Player 10 for Linux

Diposkan oleh zaduna | Jumat, Desember 12, 2008

Langsung aja, berikut aq uraikan cara install Flash Player 10 untuk Linux baik itu Ubuntu, Dewa Linux, Blankon. Karena kalo belum install ini, tampilan internet yang mengandung flash player jadi kacau.

Berikut langkah-langkahnya:

1. Download flashplayer10.tar.gz

2. Pilih save to disk, kemudian dipindah ke home folder

3. buka terminal kemudian ketik

zaduna@laptop-zaduna:~$ sudo tar xvfz install_flash_player_10_linux.tar.gz

maka akan dihasilkan folder baru yaitu

install_flash_player_10_linux

dengan dua file di dalamnya yaitu

flashplayer-installer
libflashplayer.so


Semua itu ada di dalam home folder

4. Double klik pada file flashplayer-installer

kemudian plih run in terminal

selanjutnya tinggal ikuti perintah di terminal.

5 . Flash player 10 terinstall di mozilla firefox anda.

Selamat mencoba.

instal yg lain?
file .deb for Ubuntu 8.04+
file .rpm

Read More...